Minggu, 18 Oktober 2015

VIRTUALISASI

1.   Virtuslisasi

A.    Virtualization adalah penciptaan sebuah versi virtual (bukan sebenarnya)  suatu entitas, seperti sistem operasi, server, perangkat penyimpanan atau sumber daya jaringan. -

Anda mungkin tahu sedikit tentang virtualisasi jika Anda pernah membagi hard disk menjadi beberapa partisi. Partisi pembagian satu hard disk menjadi dua hard disk secara logik.


Virtualisasi sistem operasi adalah penggunaan perangkat lunak untuk memungkinkan satu perangkat keras untuk menjalankan beberapa sistem operasi pada saat yang sama.  Teknologi ini dimulai pada mainframe beberapa dekade yang lalu agar administrator untuk menghindari pemborosan daya proses mahal atau dengan kata lain meningkatkan efisiensi.


Pada tahun 2005, perangkat lunak virtualisasi diadopsi lebih cepat daripada yang dibayangkan, termasuk para ahli. Tiga bidang IT di mana virtualisasi paling berkembang adalah  virtualisasi jaringan, virtualisasi penyimpanan dan virtualisasi server:

• Virtualisasi jaringan (Network virtualization) adalah metode menggabungkan sumber daya yang tersedia dalam jaringan dengan cara membagi bandwidth yang tersedia ke dalam beberapa channel, yang masing-masing saling independen satu dengan yang yang lain, dan masing-masing yang dapat ditugasi (atau dialih-tugaskan) ke dalam beberapa server atau perangkat secara real time. Idenya adalah bahwa virtualisasi menyembunyikan kompleksitas jaringan dengan cara membagi jaringan menjadi bagian-bagian lebih mudah dikelola, sangat mirip dengan konsep mempartisi harddisk untuk memudahkan untuk pengelolaan file.
• Virtualisasi penyimpanan adalah penggabungan penyimpanan fisik dari jaringan beberapa perangkat penyimpanan ke dalam apa yang tampaknya menjadi satu perangkat penyimpanan yang dikelola oleh  konsol pusat  Penyimpanan virtualisasi yang umum digunakan di storage area networks (SAN).
• Virtualisasi server (Server virtualization) adalah penyembunyian sumber daya server (termasuk jumlah dan identitas individu server fisik, prosesor, dan sistem operasi) dari server pengguna. Tujuannya adalah untuk menghindarkan pengguna dari keharusan untuk memahami dan mengatur rincian rumit sumber daya server dengan tetap memungkinkan resource sharing untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan memelihara kapasitas untuk expansion. Virtualisasi dapat dilihat sebagai bagian dari trend secara keseluruhan di perusahaan IT yang meliputi autonomic computing, sebuah skenario di mana lingkungan TI akan mampu mengelola dirinya sendiri didasarkan pada aktivitas yang dihadapi, dan utility computing, di mana kekuatan pemrosesan komputer dianggap sebagai utilitas yang hanya dibayar oleh klien jika diperlukan atau digunakan.  Tujuan umum virtualisasi adalah sentralisasi tugas administratif dengan dan meningkatkan skalabilitas dan beban kerja.

Arsitektur

Teknologi virtualisasi adalah sebuah teknologi yang mampu menjalankan software/hardware virtual (bukan sebenarnya) diatas hardware/software non virtual yang sedang berjalan. Misalnya, anda hanya dapat menjalankan satu sistem operasi dalam satu waktu, agar dapat menjalankan lebih dari sistem operasi anda membutuhkan program PC/OS emulator (hypervisor) semisal VirtualBox atau VMware workstation/player. Contoh lainnya, seperti yang anda ketahui bahwa file .exe yang sering kita jumpai di windows tidak dapat dijalankan di mesin linux, untuk bisa berjalan dibutuhkan sebuah software emulator seperti wine.

B.Sejarah / generasi
 

Pada tahun 1967, sistem CP-40 lebih dikembangkan sehingga dapat mendukung 14 VM, dengan masing-masing VM memiliki 256KB memori virtual. Versi lanjutan dari CP-40, CP-67 versi 1 muncul pada tahun 1968. Sistem tersebut memiliki performa dan kestabilan yang lebih baik dari pendahulunya. Pengembangan terus dilakukan hingga pada tahun 1971 muncul CP-67 versi 3.1 dengan penyempurnaan berupa penggunaan I/O berkecepatan tinggi.


Pada tahun 1973 telah didirikan MVMUA (Metropolitan VM User Association) di New York. Pada tahun 1974, Gerald J. Popek dan Robert P. Goldberg membuat kebutuhan formal untuk arsitektur virtualisasi dalam penelitiannya dan telah menghasilkan suatu perjanjian yang disebut “Formal Requirements for Virtualizable Third Generation Architectures”. Pada tahun 1987 ketika Internet sedang berkembang, VM TCP/IP atau dikenal sebagai FAL yang menyediakan dukungan TCP/IP untuk VM.


Pada tahun 1980 hingga 1990-an, penggunaan virtualisasi berkurang, karena munculnya komputer x86 desktop personal dengan harga murah. Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem terdistribusi daripada menggunakan sharing sumber daya mainframe. Lebih lanjut, penggunaan sistemvoperasi Linux dan Windows pada tahun 1990-an, membuat mesin x86 menjadi standar industri baru. Pada tahun 1998, VMware didirikan oleh Diane Greene dan Dr. Mendel Rosenblum, dibantu 2 mahasiswa Stanford University dan seorang kolega dari Berkley.

Pada bulan Oktober 1998, metode virtualisasi diusahakan agar mendapat undang-undang hak cipta (UUHC) dan akhirnya UUHC tersebut disahkan pada 28 Mei 2002. Pada tahun 1999, VMware mengenalkan produk VMware Virtual Platform. Produk yang dianggap sebagai platform virtualisasi x86 pertama kali ini, kemudian dikembangkan menjadi produk yang sekarang dikenal sebagai Vmware Workstation.

Pada akhir tahun 2000, Vmware mengeluarkan produk virtualisasi server Vmware GSX Server 1.0. Produk ini masih di-install di atas sistem operasi Linux atau Windows dan ditujukan untuk server kelas workgroup. Tidak lama kemudian, Vmware mengeluarkan platform virtualisasi server kelas mainframe, yaituVMware ESX Server 1.0. ESX Server yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan GSX Server, yaitu lebih stabil, performa lebih baik, dan overhead yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena ESX Server diinstal secara langsung pada mesin server yang bertindak secara langsung sebagai hypervisor, atau yang dikenal sebagai Virtual Machine Monitor (VMM).


Pada suatu ketika virtualisasi server juga dikembangkan oleh Microsoft. Pada Desember 2003, Microsoft meluncurkan produk Microsoft Virtual Server 2004. Satu tahun kemudian, Microsoft ikut masuk ke platform virtualisasi server x86 dengan produk Microsoft Virtual Server 2005 yang mendukung maksimal 32 prosesor fisik. 


Selain VMware dan Microsoft, juga muncul teknologi virtualisasi server yang disebut dengan Xen. Xen awalnya dikembangkan oleh System Research Group di laboratorium komputer Universitas Cambridge. Ian Pratt, seorang dosen senior di Cambridge, mendirikan sebuah organisasi XenSource Inc., untuk mengerjakan proyek open source Xen dan proyek komersial Xen bagi kalangan enterprise. Pada tahun 2006, XenSource merilis XenEnterprise 3.0 untuk berkompetisi dengan VMware ESX Server. Pada tahun 2007 XenSource merilis XenEnterprise v4 yang lebih stabil dan lebih kaya fitur bahkan hampir mendekati VMware ESX Server.


Microsoft juga tidak mau ketinggalan dalam area potensial virtualisasi server yang dikuasai oleh VMware dan Xen. Microsoft mengembangkan teknologi hypervisor-nya sendiri yang dinamakan Hyper-V. Diharapkan fitur-fitur yang dimiliki Hyper-V dapat menyaingi Xen maupun produk virtualisasi Vmware ataupun Virtual Infrastructure 3.

Teknologi virtualisasi juga didukung oleh pabrikan prosesor, yaitu Intel dan AMD, dengan mengembangkan teknologi yang mendukung virtualisasi pada lapisan perangkat keras (hardware assisted). Intel Vitualization Technology (Intel-VT) dan AMD-V/SVM memperbolehkan platform virtualisasi untuk menangani beberapa instruksi tak aman x86 yang dapat dipanggil oleh VM. Teknologi kedua prosesor tersebut mencegat instruksi-instruksi tersebut kemudian mengirimkannya ke hypervisor. Teknologi virtualisasi, terutama virtualisasi server akan terus berkembang di masa mendatang seiring dengan penggunaannya yang semakin meluas.

.C.Keunggulan dan Kelemahan Virtualisasi Kelebihan
·          Dapat menjalankan beberapa OS sekaligus dalam satu waktu (asal spesifikasi komputer mencukupi).
·         Perlu menjalankan program untuk menjalankan atau mengakhiri suatu OS, tidak perlu me-restart komputer.
·         Kerusakan pada OS yang divirtualisasikan tidak akan berpengaruh apapun pada OS yang menjadi host (yang menjalankannya).
·         Prosedur instalasi OS menjadi mudah, tanpa harus bingung dengan hal-hal teknis seperti partisi harddisk.
·         Ideal untuk sekedar mengetes suatu OS, atau sekedar menjalankan suatu program yang tidak dapat berjalan pada OS host (misalnya hendak menjalankan Microsoft Office atau CorelDRAW pada Linux).


D. Kekurangan
·         Secara umum lebih lambat, karena harus berbagi sumberdaya prosesor dan memori dengan OS host.
·         Dapat menggunakan secara penuh hardware pada komputer, karena hardware yang digunakan oleh sang OS virtual pun sifatnya juga virtual (tidak memakai hardware komputer yang sesungguhnya).
Sharing file antara host dengan OS yang divirtualisasikan tidak dapat dilakukan secara langsung, perlu beberapa konfigurasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar