1.
Virtuslisasi
A. Virtualization adalah
penciptaan sebuah versi virtual (bukan sebenarnya) suatu entitas, seperti
sistem operasi, server, perangkat penyimpanan atau sumber daya jaringan. -
Anda mungkin tahu sedikit tentang
virtualisasi jika Anda pernah membagi hard disk menjadi beberapa partisi.
Partisi pembagian satu hard disk menjadi dua hard disk secara logik.
Virtualisasi sistem operasi adalah
penggunaan perangkat lunak untuk memungkinkan satu perangkat keras untuk
menjalankan beberapa sistem operasi pada saat yang sama. Teknologi ini
dimulai pada mainframe beberapa dekade yang lalu agar administrator untuk
menghindari pemborosan daya proses mahal atau dengan kata lain meningkatkan efisiensi.
Pada tahun 2005, perangkat lunak
virtualisasi diadopsi lebih cepat daripada yang dibayangkan, termasuk para
ahli. Tiga bidang IT di mana virtualisasi paling berkembang adalah
virtualisasi jaringan, virtualisasi penyimpanan dan virtualisasi server:
• Virtualisasi jaringan (Network
virtualization) adalah metode menggabungkan sumber daya yang tersedia dalam
jaringan dengan cara membagi bandwidth yang tersedia ke dalam beberapa channel,
yang masing-masing saling independen satu dengan yang yang lain, dan
masing-masing yang dapat ditugasi (atau dialih-tugaskan) ke dalam beberapa
server atau perangkat secara real time. Idenya adalah bahwa virtualisasi
menyembunyikan kompleksitas jaringan dengan cara membagi jaringan menjadi
bagian-bagian lebih mudah dikelola, sangat mirip dengan konsep mempartisi
harddisk untuk memudahkan untuk pengelolaan file.
• Virtualisasi penyimpanan adalah
penggabungan penyimpanan fisik dari jaringan beberapa perangkat penyimpanan ke
dalam apa yang tampaknya menjadi satu perangkat penyimpanan yang dikelola
oleh konsol pusat Penyimpanan virtualisasi yang umum digunakan di
storage area networks (SAN).
• Virtualisasi server (Server
virtualization) adalah penyembunyian sumber daya server (termasuk jumlah dan
identitas individu server fisik, prosesor, dan sistem operasi) dari server
pengguna. Tujuannya adalah untuk menghindarkan pengguna dari keharusan untuk
memahami dan mengatur rincian rumit sumber daya server dengan tetap
memungkinkan resource sharing untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya dan
memelihara kapasitas untuk expansion. Virtualisasi dapat dilihat sebagai
bagian dari trend secara keseluruhan di perusahaan IT yang meliputi autonomic
computing, sebuah skenario di mana lingkungan TI akan mampu mengelola dirinya
sendiri didasarkan pada aktivitas yang dihadapi, dan utility computing, di mana
kekuatan pemrosesan komputer dianggap sebagai utilitas yang hanya dibayar oleh
klien jika diperlukan atau digunakan. Tujuan umum virtualisasi adalah
sentralisasi tugas administratif dengan dan meningkatkan skalabilitas dan beban
kerja.
Arsitektur
Teknologi virtualisasi
adalah sebuah teknologi yang mampu menjalankan software/hardware virtual (bukan
sebenarnya) diatas hardware/software non virtual yang sedang berjalan.
Misalnya, anda hanya dapat menjalankan satu sistem operasi dalam satu waktu,
agar dapat menjalankan lebih dari sistem operasi anda membutuhkan program PC/OS
emulator (hypervisor) semisal VirtualBox atau VMware workstation/player. Contoh
lainnya, seperti yang anda ketahui bahwa file .exe yang sering kita jumpai di
windows tidak dapat dijalankan di mesin linux, untuk bisa berjalan dibutuhkan
sebuah software emulator seperti wine.
B.Sejarah / generasi
Pada tahun 1967, sistem CP-40 lebih
dikembangkan sehingga dapat mendukung 14 VM, dengan masing-masing VM memiliki
256KB memori virtual. Versi lanjutan dari CP-40, CP-67 versi 1 muncul pada
tahun 1968. Sistem tersebut memiliki performa dan kestabilan yang lebih baik
dari pendahulunya. Pengembangan terus dilakukan hingga pada tahun 1971 muncul
CP-67 versi 3.1 dengan penyempurnaan berupa penggunaan I/O berkecepatan tinggi.
Pada tahun 1973 telah didirikan MVMUA
(Metropolitan VM User Association) di New York. Pada tahun 1974, Gerald J.
Popek dan Robert P. Goldberg membuat kebutuhan formal untuk arsitektur
virtualisasi dalam penelitiannya dan telah menghasilkan suatu perjanjian yang
disebut “Formal Requirements for Virtualizable Third Generation Architectures”.
Pada tahun 1987 ketika Internet sedang berkembang, VM TCP/IP atau dikenal
sebagai FAL yang menyediakan dukungan TCP/IP untuk VM.
Pada tahun 1980 hingga 1990-an, penggunaan
virtualisasi berkurang, karena munculnya komputer x86 desktop personal dengan
harga murah. Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sistem terdistribusi
daripada menggunakan sharing sumber daya mainframe. Lebih lanjut, penggunaan
sistemvoperasi Linux dan Windows pada tahun 1990-an, membuat mesin x86 menjadi
standar industri baru. Pada tahun 1998, VMware didirikan oleh Diane Greene dan
Dr. Mendel Rosenblum, dibantu 2 mahasiswa Stanford University dan seorang
kolega dari Berkley.
Pada bulan Oktober 1998, metode
virtualisasi diusahakan agar mendapat undang-undang hak cipta (UUHC) dan
akhirnya UUHC tersebut disahkan pada 28 Mei 2002. Pada tahun 1999, VMware
mengenalkan produk VMware Virtual Platform. Produk yang dianggap sebagai
platform virtualisasi x86 pertama kali ini, kemudian dikembangkan menjadi
produk yang sekarang dikenal sebagai Vmware Workstation.
Pada akhir tahun 2000, Vmware mengeluarkan
produk virtualisasi server Vmware GSX Server 1.0. Produk ini masih di-install
di atas sistem operasi Linux atau Windows dan ditujukan untuk server kelas
workgroup. Tidak lama kemudian, Vmware mengeluarkan platform virtualisasi
server kelas mainframe, yaituVMware ESX Server 1.0. ESX Server yang memiliki
keunggulan dibandingkan dengan GSX Server, yaitu lebih stabil, performa lebih
baik, dan overhead yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena ESX Server
diinstal secara langsung pada mesin server yang bertindak secara langsung
sebagai hypervisor, atau yang dikenal sebagai Virtual Machine Monitor (VMM).
Pada suatu ketika virtualisasi server juga
dikembangkan oleh Microsoft. Pada Desember 2003, Microsoft meluncurkan produk
Microsoft Virtual Server 2004. Satu tahun kemudian, Microsoft ikut masuk ke
platform virtualisasi server x86 dengan produk Microsoft Virtual Server 2005
yang mendukung maksimal 32 prosesor fisik.
Selain VMware dan Microsoft, juga muncul
teknologi virtualisasi server yang disebut dengan Xen. Xen awalnya dikembangkan
oleh System Research Group di laboratorium komputer Universitas Cambridge. Ian
Pratt, seorang dosen senior di Cambridge, mendirikan sebuah organisasi
XenSource Inc., untuk mengerjakan proyek open source Xen dan proyek komersial
Xen bagi kalangan enterprise. Pada tahun 2006, XenSource merilis XenEnterprise
3.0 untuk berkompetisi dengan VMware ESX Server. Pada tahun 2007 XenSource
merilis XenEnterprise v4 yang lebih stabil dan lebih kaya fitur bahkan hampir
mendekati VMware ESX Server.
Microsoft juga tidak mau ketinggalan dalam
area potensial virtualisasi server yang dikuasai oleh VMware dan Xen. Microsoft
mengembangkan teknologi hypervisor-nya sendiri yang dinamakan Hyper-V.
Diharapkan fitur-fitur yang dimiliki Hyper-V dapat menyaingi Xen maupun produk
virtualisasi Vmware ataupun Virtual Infrastructure 3.
Teknologi virtualisasi juga didukung oleh
pabrikan prosesor, yaitu Intel dan AMD, dengan mengembangkan teknologi yang
mendukung virtualisasi pada lapisan perangkat keras (hardware assisted). Intel
Vitualization Technology (Intel-VT) dan AMD-V/SVM memperbolehkan platform
virtualisasi untuk menangani beberapa instruksi tak aman x86 yang dapat
dipanggil oleh VM. Teknologi kedua prosesor tersebut mencegat
instruksi-instruksi tersebut kemudian mengirimkannya ke hypervisor. Teknologi
virtualisasi, terutama virtualisasi server akan terus berkembang di masa
mendatang seiring dengan penggunaannya yang semakin meluas.
.C.Keunggulan dan
Kelemahan Virtualisasi Kelebihan
·
Dapat menjalankan
beberapa OS sekaligus dalam satu waktu (asal spesifikasi komputer mencukupi).
·
Perlu menjalankan program untuk menjalankan atau mengakhiri
suatu OS, tidak perlu me-restart komputer.
·
Kerusakan pada OS yang divirtualisasikan tidak akan berpengaruh
apapun pada OS yang menjadi host (yang menjalankannya).
·
Prosedur instalasi OS menjadi mudah, tanpa harus bingung dengan
hal-hal teknis seperti partisi harddisk.
·
Ideal untuk sekedar mengetes suatu OS, atau sekedar menjalankan
suatu program yang tidak dapat berjalan pada OS host (misalnya hendak
menjalankan Microsoft Office atau CorelDRAW pada Linux).
D. Kekurangan
·
Secara umum lebih
lambat, karena harus berbagi sumberdaya prosesor dan memori dengan OS host.
·
Dapat menggunakan
secara penuh hardware pada komputer, karena hardware yang digunakan oleh sang
OS virtual pun sifatnya juga virtual (tidak memakai hardware komputer yang
sesungguhnya).
Sharing file antara host
dengan OS yang divirtualisasikan tidak dapat dilakukan secara langsung, perlu
beberapa konfigurasi